TUGAS PKKMB FEB UNSIKA 2019
MAKALAH
FUNGSI ORGANIZING
DALAM MANAJEMEN
Dibuat guna memenuhi tugas PKKMB FEB 2019
Disusun oleh :
Niken Callista Putri
Jurusan Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Singaperbangsa Karawang
2019-2020
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik dan
hidayahnya kepada ilahi sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik. Adapun makalah yang kami buat
ini yang berjudul “Fungsi Organizing dalam Manajemen”. Penulisan makalah ini dapat terselesaikan atas bantuan dari berbagai pihak, baik secara
langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih
kepada:
1.
Akang dan teteh Panitia PKKMB Fakultas Ekonomi dan Bisnis beserta Jajaran
nya.
2.
Teman-teman Camaba Seangkatan
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari
sempurna. Oleh karena itu kritik maupun saran yang bersifat membangun
sangat kami harapkan demi menyempurnakan tugas makalah ini. Semogatugas makalah ini dapat bermanfaat bagi
kita semua. Amin .
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Karawang,22 Agustus 2019
Penulis
Penulis
Niken Callista Putri
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..........................................................................................................................i
DAFTAR
ISI........................................................................................................................................ii
BAB I
PENDAHULUAN....................................................................................................................1
1.1 Latar
Belakang.......................................................................................................................1
1.2 Rumusan
Masalah..................................................................................................................1
1.3 Tujuan.....................................................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................................3
2 .1 Pengertian organisasi dan
pengorganisasian.........................................................................3
2.2 Unsur-unsur
pengorganisasian...............................................................................................4
2.3 Tujuan
pengorganisasian........................................................................................................5
2.4 Fungsi
pengorganisasian........................................................................................................6
2.5 Kegiatan dalam fungsi pengorganisasian...............................................................................6
2.6 Proses atau langkah-langkah pengorganisasian......................................................................7
BAB III PENUTUP............................................................................................................................15
3.1 Kesimpulan.............................................................................................................................15
3.2 Saran.......................................................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................................16
BAB I
PENDAHULUAN
I.I Latar Belakang
Berbagai kebutuhan hidup yang tidak terbatas dan
kemampuan yang terbataslah yang mendorong manusia untuk berhubungan dengan
manusia lainnya. Hal ini diperkuat dengan pendapat, bahwa manusia merupakan mahluk
social. Sejalan dengan tingkat kematangan (keinginan dan kemampuannya),
hubungan tersebut terus bergerak dinamis dimuali dari tingkat yang sederhana,
hingga tingkat hubungan yang modern. Sebuah organisasi adalah pola hubungan
banyak yang saling terjalin secara simultan yang menjadi jalan bagi orang,
dengan pengarahan dari manajer, untuk mencapai sasaran bersama.
Pengorganisasian adalah
merupakan fungsi kedua dalam Manajemen. Organisasi identik dengan sekelompok
Individu yang terstruktur dan sistematis yang berada dalam sebuah sistem.
pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur
organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya.
Dengan hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.
Pengorganisasian merupakan fungsi manajemen yang juga
mempunyai peranan penting seperti halnya fungsi perecanaan. Melalui fungsi
pengorganisasian, seluruh sumber daya yang di miliki oleh organisasi (manusia
dan bukan manusia) akan diatur penggunanya secara efektif dan efesien untuk
mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Organisasi
sering di jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga organisasi merupakan
suatu hal yang penting yang harus di pelajari dengan baik. Contohnya jika kita
bekerja pada sebuah perusahaan, kita kan melakukan suatu organisasi. Oleh sebab
itu kita harus mengetahui apa yang dimaksud dari organisasi, fungsinya dan apa
manfaatnya.
I.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian
organisasi dan pengorganisasian ?
2. Apa saja
unsur-unsur pengorganisasian ?
3. Apa tujuan
pengorganisasian ?
4. Apa fungsi
pengorganisasian ?
5. Apa saja kegiatan dalam fungsi pengorganisasian ?
6.
Bagaimana proses atau langkah-langkah pengorganisasian ?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui
pengertian organisasi dan pengorganisasian
2. Mengetahui
unsur-unsur pengorganisasian
3. Mengetahui
tujuan pengorganisasian
4. Mengetahui
fungsi pengorganisasian
5. Mengetahui kegiatan dalam fungsi pengorganisasian
6.
Mengetahui proses atau langkah-langkah pengorganisasian
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Organisasi dan Pengorganisasian
Secara
konseptual ada dua batasan yang perlu dikemukakan, yakni istilah “organization”
sebagai kata benda dan “organizing” (pengorganisasian) sebagai kata kerja,
menunjukkan pada rangkaian aktivitas yang harus dilakukan secara sistematis.
Istilah organisasi
memiliki dua arti umum, pertama, mengacu pada suatu lembaga (institution) atau
kelompok fungsional, sebagai contoh kita mengacu pada perusahaan, badan
pemerintah, rumah sakit, atau suatu perkumpulan olahraga. Arti kedua mengacu
pada proses pengorganisasian, sebagai salah satu dari fungsi manajemen.
Menurut Drs. M. Manullang Organisasi dalam arti dinamis disebut
pengorganisasian, dan dalam arti statis disebut organisasi.
1. Pengertian
Organisasi
Pengertian Menurut
Ahli
a. Menurut Stoner:
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di
bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
b. Menurut James D.
Mooney: Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai
tujuan bersama.
c. Menurut Chester
I. Bernard: Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang
dilakukan oleh dua orang atau lebih.
d. Menurut Prof.
Dr. Sondang P. Siagian: Organisasi adalah suatu bentuk persekutuan
antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal
terikat dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan dan dalam
ikatan itu terdapat seorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan.
e. Menurut Prof.
Dr. Mr. S. Pradjudi Atmosudiro: Organisasi adalah struktur tata
pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang
pemegang posisi yang bekerja sama secara tertentu untuk bersamasama mencapai
suatu tujuan tertentu.
Pengertian Organisasi Secara Umum
Organisasi
merupakan sekumpulan/sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal
dipersatukan untuk bekerjasama dengan pembagian atau alokasi tugas dan tanggung
jawab tertentu dalam system koordinasi, kooperatif, dorongan-dorongan, dan
pengaturan guna memudahkan pencapaian beberapa tujuan yang telah ditetapkan.
2. Pengertian
Pengorganisasian
Pengertian Menurut
Ahli
a. Menurut G. R
Terry: pengorganisasian berasal dari kata organism (organisme) yang merupakan
sebuah eititas dengan bagian-bagian yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga
hubungan mereka satu sama lain dipengaruhi oleh hubungan mereka terhadap
keseluruhan.
b. Menurut Siagian
(1983): Pengorganisasianadalah keseluruhan pengelompokan orang-orang,
alat-alat, tugas, tugas,kewenangan dan tanggung jawab sedemikian rupa sehingga
tercipta suatuorganisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kegiatan kesatuan
yang telah ditetapkan.
c. Drs.H. Malayu S.
P. Hasibuan: adalah suatu proses penentuan, pengelompokan, dan pengaturan
bermacam-macam aktifitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan, menempatkan
orang - orang pada setiap aktifitas ini, menyediakan alat-alat yang diperlukan,
menetapkan wewenang yang secara relatif didelegasikan kepada setiap individu
yang akan melakukan aktifitas-aktifitas tersebut.
d. T. Hani handoko:
sesuatu yang digambarkan sebagai sesuatu yang tersentralisasi dan berisi
tugas-tugas yang sangat terspesialisasikan.
e. Kamus lengkap
bahasa indonesia: Pengorganisasian adalah merupakan kegiatan merancang dan
merumuskan struktur.
Pengertian Pengorganisasi Secara Umum
Pengorganisasian
adalah langkah untuk merancang struktur formal, menetapkan, menggolongkan dan
mengatur bebagai macam kegiatan, menetapkan tugas-tugas pokok, wewenang dan
pendelegasian wewenang oleh pimpinan kepada staf dalam rangka mencapai tujuan
organisasi dengan efisien.
2.2 Unsur-unsur Pengorganisasian
Secara
sederhana organisasi memiliki tiga unsur, yaitu ada orang, ada kerjasama, dan
ada tujuan bersama. Tiga unsur organisasi itu tidak berdiri sendiri-sendiri,
akan tetapi saling kait atau saling berhubungan sehingga merupakan suatu
kesatuan yang utuh. Adapun unsur-unsur organisasi secara terperinci adalah:
a. Man
(orang-orang), dalam kehidupan organisasi atau ketata lembagaan sering
disebut dengan istilah pegawai atau personnel. Pegawai atau personnel terdiri
dari semua anggota atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya
terdiri dari unsur pimpinan (administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi
dalam organisasi, para manajer yang memimpin suatu unit satuan kerja sesuai
dengan fungsinya masing-masing dan para pekerja (non management/workers). Semua
itu secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
b. Kerjasama,
merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu perbuatan yang dilakukan
secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, semua
anggota atau semua warga yang menurut tingkatan-tingkatannya dibedakan menjadi
administrator, manajer, dan pekerja (workers), secara bersama-sama merupakan
kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
c. Tujuan,
merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang
akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa
yang harus dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai
melalui prosedur, program, pola (network), kebijaksanaan (policy), strategi,
anggaran (budgeting), dan peraturan-peraturan (regulation) yang telah
ditetapkan.
d. Peralatan
(Equipment), merupakan Unsur yang keempat yaitu peralatan atau equipment yang
terdiri dari semua sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dan barang modal
lainnya (tanah, gedung/bangunan/kantor).
e. Lingkungan
(Environment), Faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan
teknologi.Yang termasuk dalam unsur lingkungan:
ü Kondisi
atau situasi, yang secara langsung maupun secara tidak langsung berpengaruh
terhadap daya gerak kehidupan organisasi, karena kondisi atau situasi akan selalu
mengalami perubahan.
ü Tempat
atau lokasi, sangat erat hubungannya dengan masalah komunikasi dan transportasi
yang harus dilakukan oleh organisasi.
ü Wilayah
operasi yang dijadikan sasaran kegiatan organisasi. Wilayah operasi dibedakan
menjadi :
Ø Wilayah kegiatan,
yang menyangkut jenis kegiatan atau macam kegiatan apa saja yang boleh
dilakukan sesuai dengan tujuan organisasi.
Ø Wilayah jangkauan,
atau wilayah geografis atau wilayah teritorial, menyangkut wilayah atau daerah
operasi organisasi.
Ø Wilayah personil,
menyangkut semua pihak (orang-orang, badan-badan) yang mempunyai hubungan dan
kepentingan dengan organisasi.
Ø Wilayah kewenangan
atau kekuasaan, menyangkut semua urusan, persoalan, kewajiban, tugas, tanggung
jawab dan kebijaksanaan yang harus dilakukan dalam batas-batas tertentu yang
tidak boleh dilampaui sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan dan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ø Kekayaan Alam, Yang
termasuk dalam kekayaan alam ini misalnya keadaan iklim, udara, air, cuaca
(geografi, hidrografi, geologi, klimatologi), flora dan fauna.
2.3 Tujuan
Pengorganisasian
Tidak cukup mengetahui tentang fungsi pengorganisasian
dalam manajemen tetapi kita juga harus tahu tentang tujuan
pengorganisasiannya juga. Adapun tujuan dari pengorganisasian ialah agar dalam
pembagian tugas dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Dengan
pembagian tugas ini diharapkan setiap anggota organisasi dapat meningkatkan
sebuah keterampilannya secara khusus (spesialisasi) dalam menangani tugas-tugas
yang dibebankan.
Beberapa tujuan
pengorganisasian yaitu antara lain :
§ Membantu
koordinasi
Yakni memberi tugas pekerjaan kepada unit kerja secara
koordinatif agar tujuan organisasi dapat melaksanakan dengan mudah dan efektif.
Koordinasi ini dibutuhkan ketika harus membagi unit kerja yang terpisah dan
tidak sejenis, tetapi berada dalam satu organisasi.
§ Memperlancar
Pengawasan
Dapat membantu pengawasan dengan menempatkan seorang
anggota manajer yang berkompetensi dalam setiap unit organisasi. Dengan
demikian sebuah unit dapat ditempatkan dalam organisasi secara keseluruhan
sedemikian rupa agar dapat mencapat sasaran kerjanya walaupun dengan lokasi
yang tidak sama. Unit-unit operasional yang identik dapat disatukan dengan
sistem pengawasan yang identik pula secara terpadu.
§ Maksimalisasi
manfaat spesialisasi
Pengorganisasian ini dapat membantu seorang menjadi
lebih ahli dalam pekerjaan-pekerjaan tertentu. Spesialisasi pekerjaan dengan
dasar dari keahlian dapat menghasilkan seebuah produk yang berkualitas tinggi,
sehingga kemanfaatan produk dapat memberikan kepuasan dan akan memperoleh
kepercayaan masyarakat pengguna.
§ Penghematan
biaya
Dengan melakukan pengorganisasian seseorang akan
semakin mempertimbangkan segala sesuatu hal yang akan merugikan, seseorang akan
menganalisis dahulu agar apa yang dikerjakannya dapat efisien dan bisa
menghemat biaya bahkan seorang tersebut bisa jadi bertambah profit baik gajinya
ataupun upah.
§ Meningkatkan
kerukunan hubungan antar manusia
Setiap orang pasti tidak akan mampu untuk hidup dan
melakukan pekerjaannya seorang diri, kita harus bisa saling melengkapi,
mengurangi rasa materialistik dan harus mampu menumbuhkan rasa saling
membutuhkan, maka dari itu seorang manajer harus mampu megadakan pendekatan
sosial dengan penanaman rasa solidaritas dan menghilangkan sifat individualismenya
agar seorang pekerja tidak merasa dirinya terkotak-kotakkan oleh harta, tahta
dan jabatan.
2.4 Fungsi
pengorganisasian :
1. Mengatur orang - orang.
2. Mengatur kegiatan dalam perusahaan
3. Mengadakan pembagian kerja. ( uraian tugas )
4. Menempatkan orang – orang dalam departemen.
5. Menetapkan batasan – batasan wewenang
2.5 Kegiatan
dalam Fungsi Pengorganisasian yaitu:
a. Mengalokasikan sunber daya,merumuskan dan menetapkan
tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan.
b b. Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya
garis kewenangan dan tanggung jawab.
c. Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan
pengambangan sunber daya manusia/tenaga kerja.
d. Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi
yang paling tepat.
2. 6 Proses
atau Langkah-langkah Pengorganisasian
Menurut Stoner (1996) langkah-langkah dalam proses pengorganisasian terdiri
dari lima langkah:
a. Merinci seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan
untuk mencapai tujuan organisasi
b b. Membagi beban kerja ke dalam kegiatan-kegiatan yang
secara logis dan memadai dapat dilakukan oleh seseorang atau oleh sekelompok
orang.
c c. Mengkombinasi pekerjaan anggota perusahaan dengan cara
yang logis dan efisien
d. Penetapan mekanisme untuk mengkoordinasi pekerjaan
anggota organisasi dalam satu kesatuan yang harmonis
e. Memantau efektivitas organisasi dan mengambil
langkah-langkah penyesuaian untuk mempertahankan atau meningkatkan efektivitas.
Menurut
T.Hani Handoko (1999) proses pengorganisasian dapat ditunjukkan dengan tiga
langkah prosedur sebagai berikut:
a a. Pemerincian seluruh kegiatan yang harus dilaksanakan
untuk mencapai tujuan organisasi.
b. Pembagian beban pekerjaan total menjadi kegiatan-kegiatan
yang secara logis dapat dilaksanakan oleh satu orang. Pembagian kerja ini
sebaiknya tidak terlalu berat juga tidak terlalu ringan.
c. Pengadaan dan pengembangan suatu mekanisme untuk
mengkoordinasikan pekerjaan para anggota organisasi menjadi kesatuan yang
terpadu dan harmonis.
Proses Pengoranisasian
1. Penentuan sasaran yang ingin dicapai.
2. Penentuan jenis kegiatan – kegiatan.
3. Pengelompokan Pekerjaan
4. Pendelegasian wewenang atau pembagian wewenang
1. Penentuan sasaran yang ingin dicapai.
2. Penentuan jenis kegiatan – kegiatan.
3. Pengelompokan Pekerjaan
4. Pendelegasian wewenang atau pembagian wewenang
Seorang manajer
atau seorang pimpinan perusahaan sebagai mansuia mempunyai waktu, kemampuan dan
perhatian yang sangat terbatas maka tidaklah mungkin seorang pimpinan itu dapat
melaskanakan tugasnya sendiri, sungguhpun pimpinan itu harus bertanggung jawab
akan pelaksanaan tugasnya dengan sebaik mungkin.
Karena hal
tersebut di atas, maka seorang manajer perlu mendelegasikan sebagian tugas
kepada bawahannya. Pendelagasian wewenang adalah suatu pelimpahan hak atau
kekuasaan pimpinan terhadap bawahannya untuk melaksanakan tugas-tugasnya dengan
sekaligus meminta pertanggung jawaban atas penyelesaian tugas-tugas tersebut.
Dengan demikian,
menurut (James, A.F.Stoner, 1996) jika seorang manajer mendelegasikan tugasnya
kepada bawahan maka ia harus mendelegasikan kekuasaannya yang artinya
jika seorang diserahi tugas untuk melaskanakan suatu tugas
tertentu, ia mbertanggungjawab dalam melaksanakan tugas tersebut.
Pendapat para ahli
mengenai pengertian pendelegasian wewenang antara lain:
Menurut (James,
A.F. Stoner,1996) :
1. Tugas,
adalah suatu kewajiban dalam pekerjaan yang telah ditentukan dalam organisasi,
untuk melaksanakan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam bidang masing-masing
jabatan.
2. Kekuasan,
adalah suatu pekerjaan yang telah diberikan wewenang (tugas), penyerahan dari tugas-tugas
yang dipecaya, seorang memperoleh kekuasaan secara formal. Misalnya
karena adanya surat keputusan dari pimpinan perusahaan yang berwenang.
3. Tanggung
jawabm adalah sutau pekerjaan yang dilakukan organisasi suatu perusahan yang
diperoleh dari atasan terhadap tanggung jawab pekerjaan ataupun kepercayaan
yang diberikan.
Menurut (Alex. S. Nitisemito, 1981) Untuk kelancaran
dalam memberikan wewenang maka ada beberapa teknis khusu untuk melakukan
pelimpahan wewenang:
1. Tentukan dulu sasaran
2. Tentukan tanggung jawab dan otoritas
3. Berikan motivasi pada bawahan
4. Haruskah bawahan merampungkan pekerjaan.
5. Beritakan latihan
6. Lakukan pengedalian
Menurut ( Manulang, 1987) Dalam mendelegasikan
wewenang , agar proses delegasi itu berjalan efektif, sedikitnya tiga hal harus
diperhatikan yaitu:
1. Delegasi wewenang adalah anak kembar siam dengan
delegasi tugas, dan bila kedua-duanya telah ada harus pula dibarengi dengan
adanya, pertanggungjawaban. Dengan kata lain dalam proses delegasi harus
di deleger tugas dan ekuasan dan bila kedu-duanya telah ada harus pula
dibarengi dengan adanya pertanggungjawab. Dengan kata lain, proses delegasi
harus mencakup tigas unsure yaitu delegasi tugas, delegasi wewenang dan
adanya pertanggungjawab.
2. Wewenang yang di delegasikam harus memberikan
kepada orang yang tepat, baik dilihat dari sudut kuelifikasi maupun dari sudut
fisik.
3. Mendelegasikan wewenang kepada seseorang, harus
dibarengi dengan pemberian motivasi,
4. Pejabat yag mendelegasikan kekuasaan harus membimbing
dan mengawasi orang yang menerima dlegasi wewenang.
Menurut (James A.F. Stoner ,1996) Banyak dijumpai para
pimpinan yang tampaknya enggan untuk melakukan pelimpahan wewennag dalam
organisasi atau perusahan yang dipimpin, keengganan smeentara pimpinan untuk
melakukan pelimpahan sebaai wewenng dengan alasan sebagai berikut :
1. Perasaan
yang tidak aman. Para manajer bertanggungjawab atas kegiatan bawahannya,
dan membuat mereka enggan untuk mengambil resiko dan melimpahkan wewenang.
2. Manajer
takut kehilangan kekuasaan bila bawahan teralu baik melaskanakan tugas.
3. ketidak
mampuan manajer. Sebagian manajer bisa nsagt tak teratur atau tidak luwes dalam
membuat perencaan ke depan dan menetukan tugas mana yang harus dilimpahkan
kepada siapa atau dalam memnciptakan suatu system pengedalian atau selalu bisa
memantau kegiatan bawahan.
4. ketidak
percayaan kepada bawahan.
Menurut (Abdul Syani, 1981) Ada beberapa sikap pribadi
yang harus dimiliki seorang manajer atau pimpinan dalam pendelegasian wewennang
adalah sebagai berikut :
1. Sikap
pribadi terhadap pendelagsian.
Penerapan yang
paling utama dalah sikap pribadi tertentu terhadap bawahan yang memberikan
wewenang melaksanakan tugasnya sunguh-sunggum artinya mereka melakukan tugasnya
dengan sepenuh kerelaan tanpa adanya rasa terpaksa.
2. Kesedian
manajer untuk melepaskan wewenangnya kepada bawahan dengan begitu manajer
dapat menguangi waktu, tenaga dan pikirannya untukjk menangani berbagai
keputusan, yang erat kaiatannya dengan kemajuan dan perkembangan suatu
organisasi atau perusahaan.
3. Kesediaan
manajer untuk memanfaatkan bawahan.
Memaafkjan
kesalahan para bawahan bukanlah berate bermaskud membiakan kesalahan itu
dilakukan terus menrus sehingga akan membahayakan organisasi atau perusahaan,
akan tetapi memaafkan dalam arti memaklumi mengapa kesalahan itu sampai terjadi
dan pada dsarnya setiap manusia tidak pernah dapat menghindari dari kesalahan.
4. Kesadaran
manajer untuk memeprcayai bawahan
Bahwa suatu
pendelgasikan dapat dilakuan secara efektif, jika antara keudanya (atasan dan
bawahan) telah tersirat sikap saing dapat mempercayai. Oleh
karena itu mau tidak mau para manajer tidak mempunyai pilihan
lain kecuali harus dapat memeprcayai para bawahannya dalam mengadakan
wewenangnya.
5. Kesediaan
manajer untuk mengdakan pengawasan secara luas.
Pendelegasikan
wewenang dan anggungjawab tersebut bersamaan dengan pengawasan kepada seluuh
struktur organisasi. Pengawasan tersebut merupakan penyokong dalam upaya
mencapaii tujuan suatu perusahan.
Dari uraian
tersebut dapat kita ketahui bahwa pimpinan perusahaan yang mendelegasikan
pertanggung jawaban sepenuhnya melainkan tetap bertanggung jawab akan
pelaksanaan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Serta proses delegasi dan
sikap-sikap pribadi dari pimpinan sangat penting sekali dan merupakan upaya
untuk mengatasi kekeliruan serta kesalahpahaman.
Setiap karyawan dilengkapi dengan wewenang untuk melakukan
pekerjaan dan setiap wewenang melekat atau diikuti pertanggungjawaban. Wewenang
dan tanggung jawab harus seimbang. Setiap pekerjaan harus dapat memberikan
pertanggungjawaban yang sesuai dengan wewenang. Oleh karena itu, makin kecil wewenang
makin kecil pula pertanggungjawaban demikian pula sebaliknya.
Tanggung jawab
terbesar terletak pada manajer puncak. Kegagalan suatu usaha bukan terletak
pada karyawan, tetapi terletak pada puncak pimpinannya karena yang mempunyai
wewemang terbesar adalah manajer puncak. oleh karena itu, apabila manajer
puncak tidak mempunyai keahlian dan kepemimpinan, maka wewenang yang ada
padanya merupakan bumerang.
5. Rentang Kendali atau Menentukan jumlah personal pada setiap departemen.
Rentang Kendali (Span of Control)
Sering disebut juga Span of Management, Span of Executive atau Span of Authority.
Adalah batas jumlah bawahan langsung yang dapat dipimpin dan dikendalikan secara effektif oleh seorang manager. Rentang Kendali setiap pemimpin/ manager tidak sama(relatif).
Sering disebut juga Span of Management, Span of Executive atau Span of Authority.
Adalah batas jumlah bawahan langsung yang dapat dipimpin dan dikendalikan secara effektif oleh seorang manager. Rentang Kendali setiap pemimpin/ manager tidak sama(relatif).
PERLUNYA RENTANG KENDALI
•Keterbatasan waktu
•Keterbatasanpengetahuan
•Keterbatasan kemampuan
•Keterbatasan perhatian
Faktor yang Membatasi Rentang Kendali
- Sifat dan terperincinya rencana
- Latihan-latihan dalam perusahaan
- Posisi Manager dalam perusahaan
- Dinamis & Statisnya Organisasi
- Efektivitas Komunikasi
- Tipe pekerjaan yang dilakukan
- Kecakapan & Pengalaman Manager
- Span of Personality and Energy
- Dedikasi dan Partisipasi bawahan.
- Sifat dan terperincinya rencana
- Latihan-latihan dalam perusahaan
- Posisi Manager dalam perusahaan
- Dinamis & Statisnya Organisasi
- Efektivitas Komunikasi
- Tipe pekerjaan yang dilakukan
- Kecakapan & Pengalaman Manager
- Span of Personality and Energy
- Dedikasi dan Partisipasi bawahan.
6. Pembagian Kerja ( Division of work )
Pembagian kerja
timbul disebabkan bahwa seseorang mempunyai kemapuan terbatas untuk melakukan
segala macam pekerjaan. Oleh Karen itu pembagian kerja berarti
bahwa kegiatan-kegiatan dalam melakukan pekerjaan harus ditentukan dan
dikelompokkan agar lebih efektif dalam pencapaian tujuan organisasi.
Dengan danya
pembagian kerja apat menjadikan orang bertambah ketrampil dalam menagani
tugasnya, karena tugasnya itu merupakan bidang tertentu saja. Pembagian kerja
yang baik merupakan kunci bagi penyelenggaraan kerja terutama dlam
memberikan jaminan terhadap kestabilan, kelancaran dan eisien kerjanya.
Sebaliknya jika pembagian kerja itu dilakukan dengan ceroboh, artinya tidak
menyesuaikan kemampuan seseorang dengan bidang pekerjaannya, maka ia akan
bepengaruh tidak baik bahkan dapat menimbulkan kegaga;an dalam penyelenggaraan
pekerjaannya.
Pengertian
pembagian kerja dapat lebih jelas kita ketahui dengan mempelajari beberapa
batsan yang dikemuakan oleh para ahli di bawah ini:
Menurut (Abdul Syani, 1987) , yaitu :
“ Pembagian kerja dalah pemecahan tugas dengan
demikian rupa sehingga setiap orang atau karyawan dalam organisasi
bertanggungjawab dan melaskanakan aktivitas tertenu saja.”
Menurut (James A.F. Stoner, 1996) :
“ Pembagian kerja adalah penjabaran tugas yang
harus dikerjakan sehingga setiap orang dalam organisasi bertanggungjawab untuk
dan meksanakan seperangkat aktivitas tertentu dan bukan keseluruhan tugas.”
Dengan
demikian pembagian kerja perlu dilaksanakan secara seksama dengan penuh
pertimbangan. Hal ini berarti dalam pembagian kerja harus ada penyesuaian
antara kemampuan dan jenis pekerjaan yang akan ditangai, disamping itu disertai
oleh prosedur dan disiplin kerja yang mudah dipahami oleh para pekerja yang
bersangkutan.
Pembagian kerja
harus disesuaikan dengan kemampuan dan keahlian sehingga pelaksanaan kerja
berjalan efektif. Oleh karena itu, dalam penempatan karyawan harus menggunakan prinsip the right man
in the right place. Pembagian kerja harus rasional/objektif, bukan emosional subyektif
yang didasarkan atas dasar like and dislike.
Dengan adanya
prinsip orang yang tepat ditempat yang tepat (the right man in the right
place) akan memberikan jaminan terhadap kestabilan, kelancaran dan
efesiensi kerja. Pembagian kerja yang baik merupakan kunci bagi
penyelengaraan kerja. kecerobohan dalam pembagian kerja akan berpengaruh kurang
baik dan mungkin menimbulkan kegagalan dalam penyelenggaraan pekerjaan, oleh
karena itu, seorang manajer yang berpengalaman akan menempatkan pembagian kerja
sebagai prinsip utama yang akan menjadi titik tolak bagi prinsip-prinsip
lainnya
Berikut ini ada
beberapa dasar yang dapat dijadikan pedoman untuk mengadakan pembagian kerja.
Pedoman-pedoman tersebut adalah:
1 . Pembagian kerja atas dasar wilayah atau teritorial,
misalnya wilayah timur, barat atau wilayah kecamatan, kabupaten dan lain
sebagainya.
2 . Pembagian kerja atas dasar jenis benda yang
diproduksi, misalnya pada komponen suatu kendaraan, bagian pemasangan jok
mobil, pemasangan rem mobil dan lainnya.
3 . Pembagian kerja atas dasar langganan yang dilayani,
misalnya adalah langganan secara individual atau kelompok, pemerintahan atau
non pemerintahan dan sebagainya.
4. Pembagian kerja atas dasar fungsi (rangkaian) kerja,
misalnya bagian produksi, bagian gudang, bagian pengiriman dan lainnya.
5. Pembagian kerja atas dasar waktu, misalnya shif kerja
pagi, siang dan malam.
Dari hal tersebut diatas maka akan tergambar atau terlihat
pembagian kerja di dalam suatu organisasi, yakni:
§ Jumlah
unit organisasi yang ada akan disesuaikan dengan kebutuhan dari organisasi
tersebut.
§ Suatu
unit organisasi ini harus mempunyai fungsi bulat dan berkaitan dengan yang
lainnya.
§ Pembentukan
unit baru hanya dilaksanakan bilamana unit yang ada sudah tidak tepat lagi
untuk menampung kegiatan yang baru baik dari beban kerja maupun hubungan kerja.
§ Secara
garis besar akan berpengaruh pada aktifitas dan sifat dari organisasi tersebut.
6. Menentukan tipe organisasi ( garis, fungsional )
1. Organisasi lini
(line organization)
Diciptakan oleh
Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan
langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan
tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu
dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau
komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi
Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya; Perbengkelan, Kedai
Nasi, Warteg, Rukun tetangga.
Memiliki ciri-ciri:
· Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat
langsung dengan satu garis wewenang
· Jumlah karyawan sedikit
· Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi
· Belum terdapat spesialisasi
· Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang &
tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan
· Struktur organisasi sederhana dan stabil
· Organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil
· Disiplin mudah dipelihara (dipertahankan)
Keuntungan-keuntungan
penggunaan organisasi tipe garis adalah :
· Ada kesatuan komando yang terjamin dengan baik
· Disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara
(dipertahankan)
· Koordinasi lebih mudah dilaksanakan
· Proses pengambilan keputusan dan instruksi-instruksi
dapat berjalan cepat
· Garis kepemimpinan tegas, tidak simpang siur, karena
pimpinan langsung berhubungan dengan bawahannya sehingga semua perintah dapat
dimengerti dan dilaksanakan
· Rasa solidaritas pegawai biasanya tinggi
· Pengendalian mudah dilaksanakan dengan cepat
· Tersedianya kesempatan baik untuk latihan bagi
pengembangan bakat-bakat pimpinan.
· Adanya penghematan biaya
· Pengawasan berjalan efektif
Kelemahan-kelemahan organisasi garis :
· Tujuan dan keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit
dibedakan dengan tujuan organisasi
· Pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan , karena
dipegang sendiri
· Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara
otoriter/diktaktor, cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel).
· Kesempatan pegawai untuk berkembang agak terbatas
karena sukar untuk mengabil inisiatif sendiri
· Organisasi terlalu tergantung kepada satu orang, yaitu
pimpinan
· Kurang tersedianya saf ahli
Contoh bagan Organisasi Lini
2. Organisasi
fungsional (functional org)
Diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini
disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah
pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.
Memiliki ciri-ciri:
· Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat
dibedakan
· Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan
· Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis
· Target-target jelas dan pasti
· Pengawasan ketat
· Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi
Keuntungan-keuntungan menggunakan organisasdi
fungsional :
1. Spesialisasi
dapat dilakukan secara optimal
2. Para
pegawai bekerja sesuai ketrampilannya masing-masing
3. Produktivitas
dan efisiensi dapat ditingkatkan
4. Koordinasi
menyeluruh bisa dilaksanakan pada eselon atas, sehingga berjalan lancar dan
tertib
5. Solidaritas,
loyalitas, dan disiplin karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya
cukup tinggi.
6. Pembidangan
tugas menjadi jelas
Kelemahan-kelemahan organisasi fungsional:
1. Pekerjaan
seringkali sangat membosankan
2 . Sulit
mengadakan perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena
pegawai hanya memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja
3. Sering
ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh
sulit dan sukar dilakukan
Contoh Bagan Organisasi Bentuk Fungsional
7. Struktur organisasi.
Struktur adalah cara sesuatu disusun atau dibangun
Organisasi adalah suatu wadah berkumpulnya minimal dua orang untuk mencapai
sebuah tujuan
Struktur Organisasi adalah Suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian secara posisi yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan
Struktur organisasi adalah
bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari uraian makalah
di atas dapat disimpulkan bahwa sangat penting Pengorganisasian (organizing)
dalam manajemen. Karena merupakan fungsi dari manajemen yang pasti ada dan
sangat dibutuhkan maka peran Pengorganisasian sangat penting dan sangat menentukan
langkah selanjutnya dalam manajemen.
Istilah organisasi
memiliki dua arti umum, pertama, mengacu pada suatu lembaga (institution) atau
kelompok fungsional, sebagai contoh kita mengacu pada perusahaan, badan
pemerintah, rumah sakit, atau suatu perkumpulan olahraga. Arti kedua mengacu
pada proses pengorganisasian, sebagai salah satu dari fungsi manajemen.
Sub bab lain fungsi
pengorganisasian juga terdapat suatu fungsi, tujuan, unsure-unsur yang pada
akhirnya dapat membentuk struktur organisasi yang di dalam struktur tersebut
dibagi menjadi beberapa bagian.
Keberhasilan atau
kegagalan organisasi pasti berhubungan dengan peran para anggotanya. Suatu
keberhasilan dapat dicapai bila ada kerjasama yang baik antar para anggotanya.
Sedangkan kegagalan dapat disebabkan karena adanya faktor internal di
pengorganisasian tersebut yang bersifat negatif.
3.2 Saran
Mengingat pentingnya pengorganisasian maka perlu
kiranya masalah ini diperhatikan dan dipahami sebaik-baiknya. Setelah mamahami
pengorganisasian maka sebaiknya diterapkan dalam bentuk actual di lapangan. Dan
untuk para pemimpin sebaiknya harus mengetahui semua hal yang menyangkut
tentang organisasi baik secara individu maupun kelompok.
Agar suatu organisasi berhasil para anggota harus
saling bekerjasama dengan baik dan menjaga kebersamaan agar apabila terjadi
masalah dapat diselesaikan dengan baik-baik tanpa jarus mengganggu proses
organisasi.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/21783340/Manajemen-Pengorganisasianhttp://qinoy-smarttecnology.blogspot.com/2011/10/struktur-organizing.htmlhttp://id.wikipedia.org/wiki/Struktur_organisasi



Komentar
Posting Komentar